Kamis, 19 November 2009

muter2 jOgja dengan seragam SMA. mengulang masa mUda.

16 November 2009
Hari ini, aku harus ke SMA 6, nganter brosur iklan les privat akuntansiku ke Pitok. Pitok yang memang sebagai pahlawanku disini, dengan ikhlasnya mau membagikan 3 amplop brosur keteman2nya XII Ilmu Sosial perkelas. Hah. Thanks God, you help me.
Dengan muka serius dan kepala penuh akal busuk, aku bertanya pada mbak Rin : mbak mbok aku pinjem rok SMAmu dulu donk. Yah. Mbak Rin masih menyimpan koleksi baju SMAnya itu di Jogja dan masih dengan Pdnya dipakai untuk saat2 tertentu. Ruarrrr biasa. Dan dengan baiknya dia menjawab : sekalian bajunya nggak? Aku berkata : itu lebih baik.
Berbekal seperangkat baju SMA yang agak sedikit maksa masuk badanku, sore itu aku meluncur ke daerah RM Sangaji. Ngapain? Seperti ideku, membagikan brosur untuk anak2 SMA siapa tau mereka butuh jasaku sebagai gadis panggilan. What? Gadis panggilan? Apa yang akan babeku lakukan saat mengetahuinya. Yah! Husss! Jangan dibayangkan yang aneh2 lah. Disini, sebagai mahasiswi jurusan Akuntansi jobless (kerjaannya Cuma kuliah main lalu ngabisin duit trus tinggal telpon dan minta duit lagi), aku nyari kerjaan yang sesuai dengan jurusan serta minatku. Menjadi guru privat Akuntansi. Sound’s nice.
Melakukan proses penyamaran ternyata tidak mudah. Sangat sulit dan tidak tentu. Bagaimana tidak. Perasaan selalu was-was dan khawatir. Sampai2 seolah-olah mata satpam sekolah sedang melihat kearah kita dengan tajam dan ingin mengeluarkan pentungan kemudian teriak2 agar kita mau keluar dari area sekolah secepatnya, meskipun baju ini melekat dengan suksesnya. Alhasil : sekali lagi, untuk ketiga kalinya, aku gagal masuh SMA Muhi, Muhammadiyah Siji. Gagal lagi. Ketakutan akan mata satpam yang dulu pernah mendampratku belum juga luntur sampai hari itu. Maka dengan muka polos motorku masih saja kulajukan lurus melewati Muhi, dan SHIT! Hanya bisa marah2 sendiri dengan ketololan ini. Kenapa tidak ngerem motor dan bersikap biasa saja lalu nylonong masuk dengan muka polos anak SMA?
Meski demikian, aku tidak mau begitu saja merasa kecewa dan rugi bensin, kemudian tancap gas balik kost. Iiihh. Nggak ada hasil positif yang aku dapat dari kerja kerasku sore ini donk. Anak ekonomi kan harus benar2 memanfaatkan sumber daya yang dikeluarkannya. Maka dengan muka dikalem2kan seperti anak SMA, aku menuju SMA 11, yang kebetulan sejalur dengan SMA Muhi. Jantung yang berdebar2 kencang tidak mau kompromi ketika motorku memasuki gerbang dan (untungnya) berhasil parkir dengan aman. Lebih hebatnya, ketika aku melihat pos satpam, pak satpam masih saja menunduk, sepertinya sedang membaca sesuatu (berharap : buku bacaan baik yang mendidik), tanpa curiga padaku. Satu pintu terlewati dengan lancar. Saatnya : mencari papan pengumuman, tempat dimana poster2 ini bisa tertempel. And, yak! I get them. Memasang poster dengan dada berdegup kencang dan mata melirik kanan-kiri, persis kaya mau nyuri mangga jaman muda dulu. Emang sekarang nggak muda? Pfuuh.. Dan, mission complete! SMA 11 lancar terpasang 5 poster iklan ku. Meski tidak tau, apakah mereka akan membacanya atau justru bakalan ditemu guru BK, kemudian dibuangnya ditempat sampah keesokan harinya karena posterku nggak ada ijin dari sekolah. Whatever! Yang paling penting : aku sudah berusaha!
Sebalik dari SMA 11, langsung menuju Groovy, masih dengan kostum SMA. karena memang sudah janjian dengan mbak Tyas (yang akhirnya nanti dia hanya melewati bilikku saja tanpa tau aku sudah menunggunya) bakalan online bareng jam4an. Dan ketika baru parkir, liat motor Anjar sudah nangkring di shof paling depan. Dia juga disini. Akhirnya ketemu dia dulu, sampai akhirnya aku masuk kembali kebilikku dan mulai surfing didunia maya. Huh! Lagu kenceng nan jadul yang diputar keras banget sangat menggangu pendengaranku. Juga sangat mengganggu kerja otakku. Akirnya ku klik kotak ‘obrolan dengan operator’, dan dengan halus memintanya mengganti dengan lagu yang lebih modern dikit. Akhirnya : malah kita saling chat nggak jelas dengan perasaan menyebalkan. Karena : operator cewek, (yg chat ma aku cowok), spertinya nada2 bicaranya mulai mengejek2 aku. Terlebih ketika Mozilla ku nggak bisa muter dan minta masnya buat mbenerin dibilikku. Suara mbak operator sepertinya dengan nada yang nunjukin : gue kustomer nakal, penggangu serta penggoda operator laki2 kemudian mencoba merayunya dengan kata2 manis dengan pura2 minta tolong ada yang rusak. Oh, f*ck! Lo pikir gue apa, mbak?! I can make you out from your job place by tommorrow. Karena : lo udah nggak sopan dengan pelanggan! And I know, groovy’s a very care for consumens needs. Dengan mudahnya mereka bisa buang kemudian nemu pekerja2 yang lebih baik.
Malam ini, menemani Anjar ke Kedai Digital dan Karita untuk membeli kado bagi gebetannya. Uhh, so sweet! Jadi lupa : kapan terakhir kali aku dikasih kado orang yak? Haha. Masih dengan seragam SMA dan sweeter kuning bulukku, kita menuju tempat2 yang sudah ditentukan tadinya. Di Kedai Digital, berhubung front officenya cantik2, Anjar mulai cari perhatian dengan cara2 yg norak bin aneh. Huh. Malu abis. Mungkin kalo aku bawa motor sendiri udah tak tinggal jauh2 dia tanpa mau menganggapnya teman saat itu juga.
Saat masuk Karita, bapak2 yang nunggu lantai bawah bagian baju2 muslim menatap kedatangan kami, terlebih aku dengan matanya yang tajam menatap rokku. Anak SMA mana jam segini masih keluyuran : batinnya mungkin berkata seperti itu. Aku mah masih dengan muka pura2 tak melihat langsung saja meluncur naik ke lantai2, mencari mukena untuk si Gita. Kemudian membayar dikasir ketika selesai memilih.
Perutku kembung. Selain belum makan (ngirit abis, Cuy) juga udara malam itu dingin banget. Karena emang habis hujan. Aku meminta Anjar ke Monjali untuk mengisi perut yang masih kosong makanan tapi penuh sesak udara ini dengan sejejal nasi goreng bercampur acar dan teh anget. Kebodohan malam itu : bolot, bolot antara Laserin dan Listerin. Sehingga menyebabkan kami mengalami malu dan miss-communication.
Sampai dikost Anjar, aku : cieeee, Baban cing beli Listerin segala sekarang, nggak biasanya, ngapain hayoo?? Tanyaku penuh selidik, karena memang dia baru saja jadian dengan cewek barunya. Pikiranku melayang2 keawan hitam yang mengeruhkan pikiran. Anjar dan Baban menatap dengan kerutan alis. Aneh. Susi : yaaa, namanya baru punya pacar,, pastinya nggak mau bau mulutkan saat gitu2an (baca : ciuman). Thaaaak! Kepalaku dijitak. Baban : aneh2 aja, gigiku lagi sakit, Cuy! Thaaakkkk.. sekali lagi, kakiku ditendang Anjar. Dan merekapun meringis tanda bahagia atas ketololanku yang semakin menjadi setiap harinya.
Pesan moral hari ini : jangan terlalu berpikiran positif dengan orang yang baru pacaran, karena siapa tau, dia sudah ciuman dari sebelum jadian tanpa bermodal obat kumur penghilang bau mulut. Lho? Pesan moral?

ke Candi BorobUdUr dan kecelakaan dijalan!

15 November 2009

text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 220px; height: 176px;" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhoOvSL9NZrxA8GSUtk0ZcZjCFbFsZmO4J2RIQvK-RHxhQh5eoccRBO6Ez3IyAcc4oPP3QYd1YaDoxAPtfbaWIDd8Gg19s-5Fpd1msFicJuPRD-Dr5WZTQQGPtSvvKIChHpIG8-tIS4SKU/s320/IMG0144A.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5407872067030853186" />





Hari ini, masih pagi, 5.30 aku bangun. Tumben bangun pagi? Yah, karena hari ini adalah schedule ku ma temen2 (baca : Ali n d’gank juga mb Tika) untuk going ke candi Borobudur. Candi Borobudur. Mengingat : kapan terakhir aku main kesana? 16 tahun yang lalu. What? Ya, 16 tahun yang lalu, ketika aku aja belum masuk TK. How pity I am?

Berbekal perut yang kenyang dengan sepiring nasi dari Mas Cicipi, aku dan Ali menuju kost Dika. Dika, not Dick-A! Wkwwkwkwkw. Kamar dika terlihat dari luar gelap dan tertutup. I thought : apa yang terjadi padanya? Ali mengetuk pintu Dika sekali, dan.... dan Dika membuka pintunya dengan butiran2 air yang menempel dimukanya, seperti keringat. Apa dia habis... ku toleh dalam kamar. Kupikir dia menyembunyikan seekor kambing betina atau sesosok badak wanita, ternyata tidak. Dika : kok ngeliatnya gitu, Sus? Aku abis mandi. Gludak! Kirain . . .

Perjalanan Jogja-Magelang cukup membahagiakan. Walau hanya naik motor, karena temen2 ada yg naik mobil, aku menikmati setiap putaran ban motor mbak Tika. Karena memang tema hari ini : melakukan kesenangan dalam perjalanan walau panas dan hujan menerpa. Cukup 45 menit saja, motor kami sudah memasuki parkiran timur Candi Borobudur. Dan lebih kerennya, aku membaca sebuah papan iklan, Hotel Manohara. Manohara? Ya, Manohara. Sungguh terlalu sekali orang Indonesia. Memakai nama orang dalam menghasilkan finansial ketika orang tersebut naik daun. Aku juga liat Manohara sebagai hiasan kaos2 yang dijual di Pasar Beringharjo. Senangnya kau manohara. Mungkin kalau nanti aku diculik Pangeran Arab juga, nama Susie Wae akan terpampang di stasiun. Apotek? Nama obat penghilang bulu ketek.

Didalam area candi, hanya aku dan mbak Tika yang muter2 nggak karuan. Kareana Ali n d’gank adalah sepakat maen gamelan saja. Sungguh anak2 yang menghargai budaya Jawa. Perjalanan dimulai dengan naik kereta muter2 candi. Awalnya udah suudzon. Sebuah truk tua yang menarik beberapa gerbong tempat duduk. Scary! I’m sure! Tapi untungnya, kami bisa selamat sampai tujuan, aku pikir jalan yang akan kami lewati jalannya memanjat, ternyata tidak. Lebay.



Masuk candi dengan mulut masih ternganga, hebat! Juga sedikit kecewa, aku pikir candi ini sangat, sangat besar seperti yg diceritakan dimedia2 itu. Ternyata : gotcha! Saya salah. Tapi tetap keren menurutku. Apalagi ketika aku mulai naik lantai perlantai dan menikmati setiap tekstur relief, rasanya sangat luar biasa. Pahatan2 itu keren dan hebat! Mataku menangkap seorang bule yang sedang sendirian,ciri2nya : tua dan laki2. Sepertinya dia kesepian. Sedikit2 melihat aku dan mbak Tika, menakutkan juga. Perjalanan berlanjut ketingkat selanjutnya. Sampai pada puncak candi dengan disambut 2 orang bule cakep2 yang satu berbaju putih tulang yang satu pink. Buset dah! Seger banget siang itu! Mencuri2 pandang melihat setiap gerak geriknya. Dan memang : ganteng! Ternyata bukan hanya aku dan mbak Tika yang doyan bue2 itu, sekelompok ibu2 yang tadi ketemu dibawah tadi juga lebih buas dari kita.
Langsung aja main serobot minta foto, udah gitu ganti2 lagi. Mulai dari ibu2 yang pake krudung coklat, ibu2 baju merah, ibu2 baju putih sampai lupa deh baju apalagi tuh. Genit banget. Padahal ada suami2nya. Nekat! (dihati : dengan ngirinya, sebenernya gue jg pengen peluk2 bule kaya ibu2 itu!) Masih ngiler dengan bule2 mantap itu, tiba2 mbak Tika said : mereka gay deh, Sus. Hah? Gay? Mataku melotot liat mbak Tika. Aku : moso??? Mbak Tika : bisa diliat dari gerak-geriknya, apalagi mereka cuma berduaan saja. Aku : yaaaaah... lemes..


Sudah capek dicandi, turun dan melihat – lihat museum, museum yang aneh, namanya lupa, isinya barang2 aneh. Mulai dari lukisan dari sabun, patung Budha terkecil di Indonesia, topeng terkecil, topeng terbesar, baju jas terbesar, buku terbesar, juga foto2 orang2 yang paling unik dibidangnya masing2. Cukup menarik. Tapi masalahnya : ruangan sangat singup dan tidak mengenakkan, because many things stay there, i can feel them. Dan lebih menyedihkan : harus membayar 3500 perak. Sedih yah ngluarin duit. Ekonomi banget. Hehe



Setelah museum aneh itu, museum Kapal menanti. Sebuah kapal raksasa nan besar terkandung digedung yang kelihatannya tidak terlalu besar tapi ternyata menyimpan hal luar biasa. Ruangan kali ini lebih menyenangkan, lebih hangat, karena gedung baru kali ya. Didalamnya tidak hanya kapal besar itu (ini kapal asli yang bener2 digunakan untuk berlayar Indonesia – Africa - Amerika), juga dilengkapi barang2 yang digunakan awak kapal untuk bertahan hidup saat kapal berlayar. Ada juga foto2 saat awak kapal singgah dibeberapa tempat, juga peta jejak pelayaran mereka. Semua tersaji menyegarkan mata.

Museum tempat menyimpan arca-arca yang sepertinya tidak ada gabungannya di candi, tertata rapi dihalaman museum ini. Bentuknya sekilas hanya seperti batu2 tercecer, tapi kalau dilihat lebih serius, batu2 ini benar2 bernilai seni (pipis donk?). Melewati setiap ruangan yang didalamnya ada arca2 (yg didalam masih utuh), foto2 relief, contoh batu dengan relief. Mataku tetap saja tertarik dengan sebuah patung yang menyambut kita di pintu masuk tadi (menghadap pintu masuk, jadi kalo masuk pasti dialah yang kita lihat pertama, kecuali jika mata lo sipit ndulit sampe2 yang diliat cuma bawah melulu) juga batu2 yang disusun bagus dengan tittle pada kedua hal tersebut “No Photographing” alias nggak boleh diambil gambarnya. Alhasil karena kelebayan rasa keingintauan ku ini, kuberanikan diri untuk tanya bapak2 penjaga museum, dan bapak itu answered : pertama, karena takut ditiru diluar, kedua karena misteri kedua hal tersebut belum terungkap, dalam arti memang patung2 tersebut tidak bisa tertangkap kamera, bahkan bisa2 kameranya yang eror. Sungguh keren!
Perjalanan berlanjut : keluar candi dan pulang. Melewati pasar, melihat mbak bule yang seksi abis dengan tanktop dan celana pendeknya, sampai2 kelihatan tato dilengan kanannya, kayaknya kalo yang ini emang sengaja diliatin kali ya? Juga melihat sesosok bule latin yang berjalan sendirian, aku dan mabk Tika mengejarnya, tapi sayang : kakinya memang panjang disertai langkah kakinya yang lebar pula. Dengan melas, kamipun menyerah mengikutinya.

Motor mbak Tika sudah akan menuju jalan pulang. Kami pun bersiap2 dengan perlengkapan lengkap yang terpasang ditangan, mulut, kaki serta kepala. Motor berjalan perlahan-lahan meninggalkan candi. (kita balik duluan, nggak bareng Ali dkk), melihat candi lagi (lupa namanya) dan dengan dok2annya aku mengarahkan jalan. Aku : yaa, yaa, lurus mbak, nggak apa2. Lurus aja. Nanti ada tempat parkir pasti. Mbak Tika : suruh bayar nggak masuknya? Aku : masa? Wong ditempat terbuka kaya gini kok suruh mbayar. Kemudian : badhala! Jalan yang aku tunjuk2 tadi mengarah pada tukang karcis candi, dan kebetulan juga jalan tersebut berujung diperumahan penduduk. Malu abis dengan kesoktahuanku ini. Karena berhubung duit udah mepet, kita capcus Jogja aja. Berhubung kita kelaperan dijalan, maka diputuskan untuk mampir lunch soto di Muntilan dan kembali meneruskan perjalanan pulang dengan tempo perlahan.

Di perjalanan, Aku : mbak2, liat deh ada rumah baguuus banget. Kataku dengan mata tertuju pada rumah unik, rindang, sejuk dengan dilengkapi tanaman salak dihalamannya, rumah yang sangat rapi. Mbak Tika masih konsen dengan jalan.
Mbak Tika : mana? Mana? Mbak Tika mulai tidak konsentrasi ingin ikut melihat rumah itu. Tiba2, motor mbak Tika minggir-minggir dari jalan yang awalnya terasa halus menjadi bergelombang dan tidak seimbang. Kita keluar jalur! Dan, gubrrraaaaak! Shit! Kita jatuh dengan motor menimpa badan. Bapak2 yang ada dipingir jalan, seperti Superman2 tua saja, langsung berlarian ingin menyelamatkan kami. Tapi, gotcha! Kita selamat tanpa luka serius hanya sedikit lecet2 yang sangat ringan, (terima kasih, ALLAH). Dengan muka merah malu dan suara serak2 badak kami berterima kasih atas niat baik bapak2 tersebut, juga bantuan membuat motor yang menindih kita berdiri normal lagi. Perjalanan pulang berlanjut, disambut hujan deras di ring road utara UPN.


Pelajaran moral : ketika kita kan piknik, pastikan kita memiliki visi dan misi yang sama dengan teman2, serta toleransi tinggi. Serta, konsentrasilah pada jalan ketika anda mengendarai motor ataupun mobil.


Tip Piknik : jangan lupa cek HP, apakah HP kalian masih berpulsa atau tidak juga masih berbaterai atau limit. Agar jika kalian hilang nantinya, bisa langsung menghubungi keluarga. Lebay (mode on).


kena smash mbak Tyas. Kena Lo!

12 November 2009




Pagi ini, lumayan pagi memang, 5.30 aku bangun dan melaksanakan sholat Subuh, setelah entah beberapa lamanya aku tak melakukannya. Sedih juga memang, sekarang keimananku dalam sholat wajib sangat-sangat menurun. T.T


Kuliah praktikum Akuntansi Non-Laba pagi ini ketiban rejeki, instruktur pengganti mas Riri, karena mas Furqon dapat jatah tugas ke Banjarmasin. “Ooalah, ini tho instruktur yang kata Ali suka memanggil dirinya sendiri dengan sebutan ‘mas’ bukan ‘saya’, ‘aku’ atau ‘nyong’, sampai2 dikelas Ali kemarin dia dikerjain abis2an” kata ku dalam hati saat masuk kelasnya jam 7.40! Busyeett. Padahal jadwal jam 7. Untung aku boleh masuk, coba kalo nggak? Mungkin aku hanya bisa nangis didepan pintu. Hiks3, lebay. Kuliah kali ini cukup cemerlang, show-off tapi juga memalukan diri sendiri. Sok tahu dan ingin tampil, membuatku maju apa adanya, menjawab soal dengan keyakinan tinggi, tapi tidak membaca soal lebih teliti. Dan alhasil, gotcha! Saya mempermalukan diri sendiri! Jawaban saya salah besar! 


Hari ini memang aku terlihat lebih fresh. Kayaknya sih, wakakakaka. Dengan kerudung warna kuning yang kemarin baru dibeli dari Raja Murah, (memang murah, cukup 15ribu rupiah! Promosi) dipadupadankan dengan beberapa baju yang tidak sesuai, menjadi hal gokil tapi terlihat sejuk. ^^ sarapan pagi ini, seperti Kamis-Kamis sebelumnya, selalu makan ditempat bu Siti. Siapa bu Siti? Warung makan yang sumpah-dullah murah abeesss. Tanyakan lah keseluruh mahasiswa UGM sayap timur (bagian sosial dan humaniora, kan kalo sayap barat, isinya orang2 baik nan pintar2 serta berbakti pada agama, kumpulan sains) pasti mereka tau atau bahkan sudah pernah menikmati masakan bu Siti. Apa yang ditawarkan Warung Bu Siti, sampai2 mahasiswa UGM bahkan luar UGM (ada tukang bakso, tukang ojek, tukang becak, tukang taksi) dibelain masuk kampus UGM buat makan disini ? Murah. Yak, benar! MURAH! Puoooll... nasi sayur prasmanan (boleh ngambil sebanyak2nya, kaya kuli abis kelaparan 3hari juga dipersilahkan) plus ikan or bandeng or lele or daging, masih plus es jus seharga? Cukup 5ribu aja. Cukup itu! Untuk anak Ekonomi se-gaya gue (wakakakaka), pengiritan dan penerapan prinsip ekonomi adalah hal yang jauh lebih utama. Scara gue bisa ngirit lebih dari 5000 rupiah, bisa buat akan kedua kan disini nanti siang?





Ditempat yang paling murah seantero UGM ini, jangan berharap kamu akan melihat hal2 indah dipandang dan pastinya nyaman dimata atau dilidah (murah e cing), karena memang (sorry to say), so so so eficien. Efisien dalam hal service maupun yang lain2. Piring agak cuil, gelas dan sendok yang nggak dilap, sayuran dengan sebuah jagung gede tu dimasukin di sayur bayem, rasa yang nggak genah mana asin atau gurih di oseng2 Kangkung, bahkan suasana “bersih” dan “rapi”, mungkin akan sangat jauh dari harapan. Yah, sekali lagi, namanya juga ‘murah’ Guys. Kembali kekitanya sih, harga atau rasa? Coution : untuk orang2 yang lidahnya sangat sensitif terhadap rasa, atau mata dan tenggorokan yang sangat rentan , lebih tepatnya ingin mutah bila melihat hal2 kotor, jangan pernah datang kemari, sebentarpun! No way!


Tujuan selanjutnya, Groovy, On-Line. Hari ini, saking sudah muaknya diganggu dengan semacam makhluk yang menurut saya, sangat mengganggu privasi saya, terpaksa status ‘single’ yang tertera di FB berganti dengan ‘married’, bukannya udah meried, Cuma jijik aja diganggu melulu. Nggak Cuma sampai disitu, foto ku dan Tobil yang lagi hot2nya, (hot?) kusisipkan sebagai primary. Biar mantap sekalian dah! Tema hari ini : download all ‘bout Beyonce Knowles, entah foto2 entah Video2. Dan faktanya : Beyonce dan Jay Z sudah pacaran lebih dari 3 tahun sebelum mereka married! (kayaknya kabar basi ya?) Wuiihhh.. tambah cinta aja ma dia. ^^


Jam 12.00 balik kost dengan muka agak males, kenapa? Cucian yang tinggal dijemur sudah menungguku sejak kemarin, dan baru hari ini, ditengah siang yang sangat panas kusempatkan untuk menjemurnya. Untung ra mambu, Cing. 


Pada pukul 15.00, sudah siap berangkat kuliah Akuntansi Manajemen setelah melahap tidur satu setengah jam serta sebungkus nasi dan 2 buah ceker dari warung bu Sugeng. Sampai diperpustakaan, bukan sok pinter tapi ni menyangkut tugas kemanusiaan untuk mbak kost yang lain, mencarikan buku untuknya. Untung memang untung, sepotong kue Parsley ditawarkan oleh Bapak Kepala Perpus yang indah, Pak Xiloes. Langsung deh. Lahap abiss.. Memang enak kue yang mahal harganya tapi kita tidak mengeluarkan sepeserpun untuk mendapatkannya. Makasih, Pak Xiloes! Nb : sepertinya pak Xiloes menjodohkanku dengan Ahmad, tu lho anak Manajemen yang kerja part-time diperpustakaan. Oh Gosh! (dalam hati, lumayan, keturunan Arab yang juga juragan batik Solo, perbaikan keturunan!)


Kuliah AkMen hari ini terasa sangat menyenangkan (sedikit), tapi lebih banyak membosankan menurutku. Yaiyalah, scara anak semester 5 kok disuapi BEP lagi. Ya mending BEP tuh ada pengembangannya lebih luas. No! Hanya dikit ilmu yang bertambah. Tapi at least, pelajaran hari ini : hati2 mengungkapkan jawaban dikelasnya pak H, bisa2 kena damprat kalau tidak sesuai sedikit saja. God! Haree genee masih ada dosen yang nggak menghargai pendapat mahasiswanya? UGM, Cing! Rombak lah dosen2 seperti itu. Katanya mau jadi research university? 





Sepulang AkMen, dengan ruang kampus yang gelap, serta warung Mas Cicipi yang gelap pula, pemadaman bergilir nih , kulahap sepiring nasi sayur bayam berlauk gereh didampingi es jeruk segelas bersama Beby Ndalik dan Ali.


Anjar, my close friend from West Prog, sudah menungguku di kostnya? What’s going on? Ternyata tentang cewek, lagi? Ya, lagi. Sobatku satu ini unik banget, satu sisi dia punya jiwa seorang ikhwan, tapi separuh lain, memiliki jiwa sebagai seorang playboy! Jadi? Mana sebenarnya jenismu, Nak? =P plan for next week : nemenin Anjar nyari kado buat si Gita, cewek mana lagi ni? Tau. Tambahan : Baban motor barunya keren banget! Satria F!


Mbak Hesti yang pesan buku Studi Kelayakan Proyek, hampir saja mengambilnya malam ini, berhubung aku ada misi gokil di kOst teman2 Kulon Progo, maka mau tak mau aku harus men-delay-nya dan membuat mbak Hesti menunda kedatangannya dikost sampai besuk pagi. Padahal apa yang aku lakukan semalaman tadi, pengakuan dosa, menonton file dengan kapasitas total 3 Giga dilaptop Anjar! Bareng Jo membuatnya tidak menjadi film yang menyenangkan, tapi me-ngakak-kan. =D


Mbak Tyas yang katanya tadi pagi sedang telah mendapat ‘Pembekalan Wisuda’ di GSP, langsung ku wawancarai banyak-banyak tentang hal tersebut. Terlebih karena : Mas Saptuari, si pemilik Kedai Digital itu juga ngasih presentasi. Berharap mbak Tyas cerita banyak tentang Mas Saptu, ternyata jauh dari kenyataan. She didn’t attend that occasion after Dhuhur. Sedih. Tapi,tapi dan tapi :
“Sus, temenmu, siapa tuh? Yang Kabid bagian X di KOPMA?” tanya mbak Tyas. “si PW??” jawabku, disamarin aja ya namanya. Hehee.”iya, dia! dia lebay ya orangnya?” mbak Tyas mulai serius. Aku hanya berkerut dahi. “Dia jadi moderator tadi dipembekalan sesi kedua” jawab mbak Tyas dengan tatapan yang sepertinya mengandung arti ‘gue tau!’. “hah? Keren donk?” ekspresiku terkejut. “yah, but, dia sangat-sangat tidak membuat nyaman kami, peserta yang mengikuti pembekalan tadi.” Jawab mbak Tyas lagi dengan tatapan mata ‘penasaran lo?!’. “dia sangat aneh dalam memandu acara hari ini. Moderator kok kakean ngomong pas pembicarane ngomong. Sampai2 peserta yang lain sangat-sangat merasa risih dengan suara2nya ditengah gelegar penyampaian materi dosen Psikologi dengan materi ‘Jual Diri’ (maksudnya saat kerja)” mbak Tyas dengan nada agak sebel mengingat kejadian tadi pagi itu. “ what?” mataku dan mulutku masih menganga dengan lebar, lebih tepatnya karena : aneh, kaget, unik, dan malu. Pelajaran lagi : jika Anda tidak pernah mengikuti atau at least memahami job desk Anda, hati2lah dalam bertugas. Karena hal itu bisa jadi boomerang bagi diri Anda sendiri. Mbak Tyas masih dengan tatapan lain, ‘Kena dech!’

bertahan hiDuP dari serangan kematiaN maLam itU.

6 November 2009


Sedihnya harus meninggalkan rumah secepat ini, yaa. Baru 2 hari dirumah, dan belum merasakan benar-benar liburan.

Diperjalanan yang panjang, menyusuri jalan Wonogiri-Jogja, melihat anak-anak muda yang kuliah diSolo dan sekitarnya sedang memacu motornya pulang kerumah, tapi sayangnya weekend ini aku harus balik Jogja, membuat ku diperjalanan tambah bete. Tapi apa boleh buat, demi kuliah Kewirausahaan yang jadwalnya outbond di Gunung Kidul besuk serta jam5.30 berangkat dari kampus.

Sampai di Weru, kekasih hati telah menunggu. Yak.. we would talking ‘bout our problem. Dengan sepiring Tahu Kupat yang kita beli di pasar Pedan, pembicaraan dimulai dengan tema “Dari Hati ke Hati”. And I found it. We still loving each other.

Sampai di Jogja jam 7.30-an, capek bener . . Dan akhirnya mas Tabah mengantarkan anakku pula. Si TanktOp ini. Senengnya, akhirnya kamu sembuh juga, Sayang . . . =)
Baliknya mas Tabah, dilanjutkan dengan pertemuan bareng temen-temen di kamar Vera membahas kelebihan listrik.
“Ver, minta yak.” Kataku seraya menyaut kotak makanan berisi kue2 yang notabene dia bawa sejak lebaran lalu. Langsung deh dengan lahapnya kumakan kue nastar itu dengan lahap. Asem.. Kecut..

Mau berangkat tidur, sambil nglaras pake laptop yang sudah sembuh, tiba2 mak bedunduk, perutku rasanya sakit buanget. Sambil setengah lari2 ku masuk kamar mandi dan mengeluarkan sesuat yang mengetuk-ketuk itu. Hasilnya : sangat encer! Gue diare! Huaaaaa.. T.T
Balik kamar, perut masih aja sakit dan bikin aku bolak-balik kamar-kamar mandi entah berapa kali saja. Muntah2 sejadinya. . Sampai2 nggak ada lagi bahan baku yang bisa digunakan untuk muntah, karena sepertinya lambungku sudah kehabisan makanan. Struggle sendirian, bertahan hidup dan mencoba melupakan nyeri yang seolah2 rasanya ususku sedang berkelahi satu sama lain. Pikiran yang aneh2 melayang tak menentu, mengingat temen ibukq yang meninggal gara2 diare semaleman dan telat dibawa ke dokter hingga ahirnya kehabisan cairan dan meninggal. Ya ampun. “Apa malam ini, malam terakhirku dibumi?”, agak lebay memang. Hehee, namun akhirnya mataku bisa tertutup dan kemudian tertidur lelap dengan posisi yang aneh. (menyesuaikan permintaan perut yang sedang manja)

Pagi hari, perut sudah agak sembuh tapi badan lemes dan panas karena sepertinya memang kehabisan cairan setelah semalam keluar tanpa memahami peraturan yang jelas. Segelas teh panas dan biskuit yang diberi mbak Antin menjadi menu sarapan yang indah. Tapi ketidakindahanku terletak pada : tidak ikut outbond praktikum Kewirausahaan di Wanagama. Sediihh.. Ya ALLAH, apa ini maksudnya?

Nb : masih tetap berjuang menormalkan pengeluaran sampai berhari2!


Ujian Kompre _tiba saatnya_

31 Oktober 2009

Hari ini, tidak biasanya aku bangun pagi-pagi. It’s time to kompre.
Berhubung bangunnya jam 5.30 dan masuk jam 7.30, maka kuputuskan untuk berbahagia nan berlama-lama dikamar mandi. Refresing dan pencairan otak setelah beberapa hari digodog hapalan Cost Accounting dan Akuntansi Keuanan Menengah.

Jam 7.15 aku berangkat dari kost, memakai rok hitam panjang yang lebar serta kemeja putih dan krudung putih, dan tak lupa sandal japit biruku? Hah? Yaa, klo sudah sampai di kampUs kan ganti sepatu high heel hitam tu. Cieee, sombong bngt yak? Hehee
Ujian dimulai, pengujiku, Mr. Arief Maykel dan bu Ratna sudah memasuki ruangan.
“halah, santai aja. Wong aku dapat urutan paling akhir weh.” Kata ku karena memang ku urutan ke7 dari 7 teman-teman sekelompok. Lagi asyik-asyiknya foto2 : “Dyah Susilowati”. Jenggirat. “DYAH SUSILOWATI”. Kaget setengah mateng! Aku dipanggil duluan untuk test bu Ratna. Didalam, ternyata bu Ratna duduk bersampingan dengan MR. Arief. Mati gue. Feeling dah nggak enak nih.
“oke, namanya siapa?” tanya bu Ratna. “Susie, bU”.
“Susie????” kata buRatna sambil mencari-cari namaku didaftar siswa. “Dyah Susilowati maksud saya” dasar gue PD! Haha, “sepertinya saya kenal dengan kamu ya? Pernah ambil kelas saya sebelumnya”. “dulu pas semester dua, akuntansi pengantar 2”. Jawabku sok manis. “beruntunglah kamu masih saya hapali, berarti kamu dulu mahaisiswa yang aktif”, jiaahh, rasanya hatiku terbang kelangit. “ dai cerewet bu” pak Arief menyahut. Buuughhh, hatiku terjatuh kebumi dengan kerasnya. Hiiihhh..

Pertanyaan dari bu Ratna sangat sulit dan gokil. Kok gokil? Yoo lahhhh.. pertanyaan yang mendasar tapi sangat menuntut pemahaman. >.<
Pertanyaan dari Pak Arief sih mengenai cost product dari sebuah kue, yang kue itu adalah favorit saya. Hihihiii . .

Pengumuman tiba, dari 7orang teman-teman beserta saya, masih ada 3 mahasisiwa yang belum lulus. Padahal 2 diantaranya adalah teman saya yang sama-sama mengulang kedua kalinya, dan mereka belum lulus, lagi. Sedih banget rasanya. .

Keluar dari ruang sidang dengan gelar “LULUS” tidak membuatku bahagia, entah kenapa. Justru rasanya sedih dan sendiri. Melihat teman-teman lain belum lulus, membuatku sedih dan tidak tega untuk bersenang-senang diatas tangisan dan kekecewaan mereka. Mungkin ini adalah salah satu pelajaran yang benar-benar kudapatkan, empati yang tinggi terhadap ketidaklulusan teman. Merasa sendiri karena tidak ada lagi seseorang yang mendukungku, orang yang paling kucintai dan ku hargai, dan ku berjuang dulu untuknya. Sangat merasa sendirii . . T.T

H-1 menjelang ujian Kompre ke-2

30 Oktober 2009


Sudah beberapa hari ini, pikiran saya hanya bertumpu pada akuntansi, akuntansi dan akuntansi. Semua tiada lain tiada bukan adalah akuntansi. Apa yang terjadi dengan akuntansi? Akuntansi akan menjadi mata kuliah wajib yang dikompre-kan, sebagai sedikit syarat bagi kita, mahasisiwa jurusan Akuntansi Diploma Fakultas Ekonomika dan Bisnis, UGM untuk keluar sebagai lulusannya Februari nanti.

Apakah itu ujian kompre? Mungkin beberapa teman2 tidak pernah mendengar atau bahkan belum pernah menjumpai kata2 tersebut. Atau mungkin ada yang sudah melewatinya berkali2? Wow.. Kompre adalah sebuah ujian yang berupa ujian lisan yang diujikan langsung oleh beberapa dosen, yang tujuannya mengetahui apakah kita memahami beberapa materi yang telah kita dapat selama masa kuliah. Pertanyaan yang dilontarkan sekitar materi2 mata kuliah yang telah ditentukan sebelumnya. Apa bedanya ujian kompre dengan ujian biasa? ya beda banget lahhhhh… Scara berhadap-hadapan langsung dengan dosen, yang notabene punya watak dan sifat masing-masing. Ada yang baik hati dan tidak sombong, tapi tidak jarang pula ada yang sadis dan menjatuhkan mental saat ujian berlangsung. Ada yang murah nilainya tapi sangar, ada yang kelihatannya “angel face” tapi malah nilainya sulit setengah mati, ada yang mukanya tidak bersahabat demikian pula nilainya. Sedikit factor “lucky” juga berpengaruh kok. ^^

Besuk, 31 Oktober 2009, my 2-nd chance to pass it, again. Yeah, pada awal bulan saya sudah tidak lulus mencoba melewati ujian ini. Bukan berarti saya bodoh, (agak membela diri nih, :D) tapi memang kenyataannya saya mencoba kemarin hanya berdasar “pengen lulus cepet koyo konco2” tanpa memahami bahwa ternyata saya sendiri belum siap materinya. Alhasil, I lost. ^^

Untuk kesempatan ini? Apa yang sudah saya lahap? Hmm, sedikt buku Intermediate Accounting-nya Kieso, juga pak Zaki Baridwan, Akuntansi Keuangan Menengah – pak Slamet Sugiri. Akuntansi biaya memakai Fundamental of Cost Accounting-nya Maher. Cukup memusingkan? No. Tidak kalau saya belajar dari jauh2 hari. (sedih juga kalau inget ini, T.T)

Waktu mengalir cepat sekali, tak terasa tinggal berapa jam lagi saya akan bebaju putih-hitam di depan ruang sidang menunggu dipanggil dosen. Apa yang harus saya lakukan sekarang? Menenangkan diri, pasrah dan banyak berdoa. Semoga besuk kelancaran dan jalan terbaik diberikan untuk saya. Bismillah. Amin.

Senin, 16 November 2009

BETE abis! kOk jadi ngomongin Kambing JantaN?



udah berapa kali gue nyoba masukin tulisan, yang lebih tepatnya curhatan, untuk segera menghiasi blog kosong gue ini.

but, again, for the 2nd time, gue merasa dibodohi, ato emang gue bodoh nan sakit jiwa? padahal format tulisan gue udah gue ganti Word 2003, tapi tetep aja nggak bisa dibuka diwarnet dan hanya tertulis simbol2 aneh yang nggak gue pahami. dan gue, harus nulis secara mendadak disini..

kali ini gue pake kata "gue" buka berarti sekarang gue udah dijakarta, (tapi doain aja ye, bisa kesana secepatnya, Depok lah wahaa, amin! =D) sehingga nggak bisa ngomong aku, saya, kula, nyong ato apalah, no! lebih sesungguhnya karena gue sedang demam baca bukunya Raditya Dika yang notabene ngomongnya pake "gue-gue" "lu-lu". What? haree genee masih demam bukunya dia? nggak banget ya? whatever!







Raditya Dika alias si Kambing tUh, menurut gue, dia giLa! dan lebih GILAnya lagi, dia ngajarin gue lebih GILA dari gue yang sekarang.

what? bayangin aja? (buat temen2 gue : pasti lo dah tau gue gmana) gimana gilanya gue sehabis baca bukunya Dika? jangan dibayangin lah, di liat aja ntar hasil akhirnya gimana. yang jelas sekarang : gue sedang menghabiskan buku2 gila tersebut! (mumpung abis MID, abis kompre, sebelum UAS dan sebelum gue lulus, yaak semoga cepet lulus :D)